Bata Expose Bali

Banyak bangunan di Bali yang mengekpose batanya yang warnanya merah (bata), dan natnya sangat tipis sekali. Banyak orang yang belum mengerti tentang proses pemasangannya sampai melototin pasangan bata itu (seperti tidak memakai semen apalagi campur pasir).

Sepertinya agak sulit untuk menggunakan bata expose dengan alasan pengiritan. Penggunaan bata ekspos dituntut kerapihan yang tinggi dan jenis bata yang spesial pula. Pengerjaan yang harus ekstra hati-hati membutuhkan waktu lebih lama dari pembuatan dinding plester biasa sehingga ongkos tukang menjadi lebih besar.

Katanya juga zaman dulu kakek moyang (neneknya masak di dapur gak sempat mbangun rumah), menggunakan putih telur utk ngelem batu candi.

Betul, pemasangan bata gosok di Bali dengan cara tersebut, hanya saja batanya khusus namanya bata gosok (biasanya di bali menyebutnya bata gosok). Proses pemasangannya bata gosok tersebut, batanya diserut dulu pakai alat seperti pasrah (serutan kayu), sekarang sudah dibantu dengan gerinda cutting sampai ukurannya hampir pas. Seperti biasa bata direndam sebelum dipasang.

Saat memasangnya, bata yang telah terpasang sebelumnya ditaburi semen, kemudian bata yang akan dipasang berikutnya digosok-gosokkan sampai menempel. Begitu seterusnya sampai seluruh dinding terpasang bata. Setelah terpasang seluruhnya, bata tersebut dihaluskan hingga rata.

Mengenai harganya bata gosok sendiri hampir 2 kali lipat dari harga bata biasa, (atau malah lebih… sudah lama gak pernah ketemu orang pasang bata gosok lagi) dan di Bali tidak semua daerah bisa menghasilkan jenis bata tersebut. Ongkos pasangnya juga lebih mahal karena proses pengerjaannya jauh lebih lama dari pemasangan bata biasa.

Bata gosok dihasilkan di daerah Tulikup kabupaten Klungkung – Bali, sekitar 40 km timur kota Denpasar

Sekarang sudah mulai ada pergeseran dalam menggunakan bata expose di Bali. Yang digunakan akhir-akhir ini bukanlah bata gosok Tulikup. Yang digunakan adalah bata biasa dengan kualitas yang baik terutama dalam segi presisi ukurannya. Ukuran bata yang digunakan adalah ukuran bata jenis tebal. Cara pemasangannya hampir sama dengan bata gosok, tetapi tidak diserut dan masih tanpa nat. Kelihatannya lebih alami

Semoga dapat membantu dan bisa dikembangkan di daerah lain untuk melengkapi khasanah budaya asli Indonesia… kata Si Butet Yogya

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

kurang ada penjelasan yang lebih spesifik

saya ingin sekali membuat rumah dg dinding expose spt yg bpk sampaikan, tp kira2 kuat ga ya.
sy tinggal dijepara, mungkin bpk bs bantu dmn sy bs mendapatkan bata merah terbaik di daerah jateng

@widy, terimakasih atas kunjungannya

bata expose dapat diterapkan di semua rumah.
bata expose sebagai bahan dinding tetap akan kuat selama pondasi dinding tersebut kuat,
sedangkan bata expose sebagai bahan tempelan di dinding yang sudah jadi harus dilakukan dengan pengkasaran dinding tempel agar bata dapat menempel dengan sempurna di dinding tersebut.

kalau di jawa, saya kurang tahu untuk lokasi pembuatan bata yang terbaik.
untuk solusi kendala bata gosok, kalau di daerah tersebut ada pabrik genteng dengan kualitas bagus, mungkin bisa dipesan secara khusus dengan ukuran bata.

semoga membantu..

Leave a comment

(required)

(required)