Mengajar TIK bagian 3

pagi ini saya mendapat e-mail dari Anastacia, yang isinya :

muhon bantuan bahan mengajar untuk SMP, karna mau mengajar TIK tapi belum pernah mengajar SMP jadi mohon bantuannya.

sebelumnya terimakasih

Ini bagian ketiga dari (mungkin) beberapa tulisan menyangkut pertanyaan di atas.
Setelah pada bagian pertama dan kedua, lagi-lagi saya tidak akan menjawab secara mendetail, karena terus terang saya tidak hafal silabus TIK untuk SMP :D
Bagian ketiga ini menitikberatkan pada bagaimana guru membutuhkan perangkat keras untuk mempersiapkan bahan ajar TIK.

Bagian ini sih simple.. tapi belum tentu juga bisa sesimpel yang dibayangkan..
Yah, karena duitnya guru sudah habis untuk hidup dan beli buku, jadi bagian ini bisa jadi tidak simple..

Seperti tiga unsur computer, yaitu : software, hardware dan brainware.. bagian hardware inilah yang membutuhkan biaya paling banyak..

Seorang guru (terutama guru TIK) wajib memiliki : (kalau yang ini sesuai urutan)

Jelas dan exactly.. masak guru computer nggak punya computer. Dianjurkan untuk punya mobile computer. Minimal punya netbook sudah cukup, karena guru TIK secara umum tidak bermain di computer yang membutuhkan source besar.

Hidup sekarang nggak lengkap kalau nggak punya flashdisk… :D benda kecil ini sangat berguna untuk bertukar file dan bertukar aplikasi. Salinlah materi pembelajaran di flashdisk dan secara berkala di-back up ke computer.

Perangkat ini dibutuhkan untuk melengkapi pembuatan materi pembelajaran.

Hampir sama dengan kebutuhan kamera digital digunakan untuk pembuatan materi pembelajaran.

Berhubung data merupakan hidup dan matinya guru TIK, maka external hardisk yang bisa membackup seluruh file pembelajaran sangatlah penting. Jadi data seorang guru TIK akan tersimpan di 3 tempat, yaitu komputer, flashdisk dan hardisk.. kalau perlu di backup lagi ke CD :D

Modem untuk berinternet bisa dikatakan perlu, bisa juga tidak. Karena jika di sekolah sudah ada akses internet, guru bisa mengambil akses dari sekolah. Hanya saja, jika malam-malam di rumah tiba-tiba membutuhkan akses, brarti harus pergi ke warnet untuk menyewa dengan resiko flashdisk terjangkit virus. Dianjurkan untuk memiliki modem dengan akses unlimited.

Printer juga tidak wajib-wajib sekali dimiliki, karena mencetak dapat dilakukan di sekolah. Bagaimana jika libur? Kalau saya, setiap libur lebih dari 2 hari, printer sekolah saya bawa pulang J

Kedua benda ini seharusnya dimiliki oleh pihak sekolah. Proyektor digunakan terutama untuk pelajaran yang berkaitan dengan desain grafis.

Bagian ketiga ini selesai..

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)