<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Trimartono Inc. &#187; Eating</title>
	<atom:link href="http://trimartono.com/category/traveling/eating/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trimartono.com</link>
	<description>trimartono in computer</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Nov 2010 02:01:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Gudeg Pawon Buka 1 Jam Saja</title>
		<link>http://trimartono.com/gudeg-pawon-buka-1-jam-saja/</link>
		<comments>http://trimartono.com/gudeg-pawon-buka-1-jam-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 13:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg pawon]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.com/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu venue tengah malam di Jogja adalah Gudeg Pawon . Pawon atau dapur dalam bahasa Jawa menjadikan gudeg yang cukup khas rasanya ini dinamakan Gudeg Pawon. Terletak kira-kira 200 meter dari Jl. Kusumanegara. Untuk mempermudah mencari &#8216;gang&#8217; Jl. Dr. Supomo ini, jika dari Jl. Malioboro, sampai di traffic light depan Bank Indonesia/Benteng Vredeburg kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1008" title="Gudeg Pawon" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/08/pawon-001-edit.jpg" alt="Gudeg Pawon" width="255" height="191" /><img class="alignleft size-full wp-image-1009" title="Gudeg Pawon Antre" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/08/pawon-002-edit.jpg" alt="Gudeg Pawon Antre" width="257" height="193" />Salah satu venue tengah malam di Jogja adalah <a title="Gudeg Pawon on Foursquare" href="http://foursquare.com/venue/4108529" target="_blank">Gudeg Pawon</a> . Pawon atau dapur dalam bahasa Jawa menjadikan gudeg yang cukup khas rasanya ini dinamakan Gudeg Pawon.</p>
<p>Terletak kira-kira 200 meter dari Jl. Kusumanegara. Untuk mempermudah mencari &#8216;gang&#8217; Jl. Dr. Supomo ini, jika dari Jl. Malioboro, sampai di traffic light depan Bank Indonesia/Benteng Vredeburg kita ke kiri (ke Timur) dan terus lurus melalui Jl. Senopati, Jl. Sultan Agung, dan Jl Kusumanegara. Lokasinya adalah satu jalan atau satu blok setelah traffic light Jl Glagahsari ke arah kanan. Jika dari arah Ambarukmo Plaza ke arah kota, sesampai di traffic depan UIN Sunan Kalijaga atau Museum Affandi, kita belok kiri (ke Selatan) masuk Jl. Timoho. Ikuti Jl. Timoho tersebut sampai habis, belok kanan. Hati-hati, setelah belok kanan tersebut &#8216;gang&#8217; Jl. Dr. Supomo adalah jalan kecil pertama ke kiri. Jika sampai traffic light, berarti sudah terlewat.<span id="more-1007"></span></p>
<p>Jangan khawatir, kita tidak akan salah menemukan lokasi karena merupakan  tempat yang paling ramai parkir dan ada tukang parkir yang mengarahkan. Gudeg Pawon tidak terletak pas di pinggir jalan Dr. Supomo, kita diajak seolah-olah masuk ke gang kecil menuju rumah petak di dalam. Masuk rumah Jawa berbahan kayu, begitu melewati pintu sudah terasa kehangatan pawon. Ya, karena rumah Jawa itulah yang menjadi dapurnya. Di sebelah kiri terlihat tungku dengan panci-panci gudeg, di sebelah kanan terdapat amben dan kursi kayu untuk duduk menunggu atau bisa juga makan di situ. Sedangkan di luar di halaman tersedia 3 set meja dengan kursi plastik dan digelar tikar.</p>
<p>Jika mujur, kita tidak akan mengantri, tetapi terlambat sedikit bisa jadi kita akan mengantri dari depan pintu pawon tersebut. Setiba giliran, kita akan diberi sepiring nasi dan diminta memilih lauknya. Tinggal bilang pupu (paha ceker), mentok (dada sayap), telur atau krecek (kerupuk kulit/rambak) sesuai permintaan. Setelah itu kita bebas memilih duduk di dalam pawon atau duduk di halaman.</p>
<p>Gudeg Pawon adalah gudeg basah atau berkuah, tidak seperti gudeg kering Gudeg Yu Djum. Rasa dan hangatnya kuah serta rasa gudeg dan dagingnya yang empuk menjadikan nikmat dimakan di malam hari. Rasa khas dan suasana yang khas tersebut yang membuat banyak orang datang dan datang kembali.</p>
<p>Gudeg Pawon bukan hanya menjadi venue makanan lokal, tetapi sudah menjadi salah satu tujuan wisata kuliner malam hari. Artis-artis yang hampir setiap akhir minggu pentas di Jogja sering pula menyempatkan diri mampir untuk menikmati.</p>
<p>Tetapi ingat! Gudeg Pawon hanya buka 1 jam saja, terlambat ora komanan (terlambat tidak kebagian). Buka jam 23.00 dan sudah habis jam 24.00. Datang sebaiknya sekitar jam 23.00, lebih dari 23.15 bisa dipastikan sudah mulai mengantri..</p>
<p>Untuk harganya? Maaf, saya ke Gudeg Pawon belum pernah bayar sendiri&#8230; <img src='http://trimartono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/gudeg-pawon-buka-1-jam-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kangen Sate Sampah</title>
		<link>http://trimartono.com/kangen-sate-sampah/</link>
		<comments>http://trimartono.com/kangen-sate-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 06:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Getting There]]></category>
		<category><![CDATA[Historia]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>
		<category><![CDATA[trimartono]]></category>
		<category><![CDATA[trimartono.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.com/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Hahaha&#8230; Makan Sate Sampah&#8230; Iya, ini istilah di rumah, sate ini diistilahkan Sate Sampah.. Sahibul hikayat, ada tukang sate tjap kaki lima yang sejak saya kecil sampai saya ubanan ini mangkal di pojokan Jalan Pulau Timor dan Jalan Pulau Lombok Denpasar. Nggak tau Jalan Pulau Timor dan Pulau Lombok di Denpasar? Wajarlah.. nama jalan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hahaha&#8230; Makan Sate Sampah&#8230;<br />
Iya, ini istilah di rumah, sate ini diistilahkan Sate Sampah..<br />
Sahibul hikayat, ada tukang sate tjap kaki lima yang sejak saya kecil sampai saya ubanan ini mangkal di pojokan Jalan Pulau Timor dan Jalan Pulau Lombok Denpasar.<br />
Nggak tau Jalan Pulau Timor dan Pulau Lombok di Denpasar? Wajarlah.. nama jalan yang berlanjut dengan Jalan Nusa Tenggara memang tidak begitu dikenal warga kota Denpasar sendiri. Nanti saya kasi tau lokasi kedua jalan tersebut di alinea terakhir..<br />
Lanjut&#8230;<br />
Sahibul hikayat, tukang sate itu&#8230; (duh lupa namanya)&#8230; berjualan di sana karena jalan Pulau Timor merupakan akses samping dari Ru<span id="more-717"></span>mah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah yang cukup ramai dengan pejalan kaki. Lokasi itu sangat strategis, karena selain merupakan pintu samping RSUP Sanglah juga merupakan akses ke standplaadt bemo Sanglah jaman itu. Sate daging sapi dengan harga lumayan murah itu cukup ramai, tidak saja dari orang yang lewat, tetapi juga dari pengunjung RSUP, warga sekitar dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Univ. Udayana yang sedang praktek atau jaga di RSUP.</p>
<p>Dulu, di posisi lapangan tenis sekarang merupakan lapangan volley dan lapangan badminton dan dipojokan tempat ojek sekarang menghadap ke Jalan Pulau Lombok adalah bak sampah untuk mess RSUP dan warga sekitar. Nah, Sang Sate Sampah berjualan di belakang bak sampah tersebut menghadap ke Jalan Pulau Timor.</p>
<p>Saya lupa-lupa ingat, kalau nggak salah saat ngobrol tentang teman-teman kecil saya yang masih suka mampir ke sana, tukang sate tersebut pernah mengatakan dia jualan di situ mulai tahun 1981. Berarti sudah 19 tahun&#8230;</p>
<p>Karena itulah keluarga saya menyebutnya dengan Sate Sampah, untuk mengidentifikasi tukang sate tersebut, karena kami sekeluarga adalah penggemar sate. Saya nggak tahu orang lain mengidentifikasi dengan sebutan apa, mungkin sate lapangan voli..</p>
<p>Seiring dengan perkembangan RSUP, lapangan volley dan badminton itu diubah menjadi lapangan tenis dan tukang sate pindah ke sisi Barat jalan hingga sekarang.</p>
<p>Kini, seporsi sate dengan nasi yang disiram kuah gule, ini kesukaan saya (dan cara saya berhemat), harus saya bayar dengan Rp. 9.000,-. Jika satu paket sate gule dan nasi dihargai dengan Rp. 14.000,-</p>
<p>Rasa Sate Sampah, sate sapi dengan bumbu kacang dan petis ini dari dulu  sampai sekarang sangat cocok di lidah saya. Potongan sate tidak terlalu  besar dibanding sate kambing pada umumnya, formasi daging yang tidak  keras dengan lemak, daging dengan hati atau daging saja dan nasi yang  cukup membuat setelah makan tidak terasa terlalu kekenyangan. Cukuplah  porsinya..</p>
<p>Sate Sampah buka hanya pada hari kerja mulai jam 07.00 pagi hingga habis. Kadang jam 13.00 &#8211; 14.00 sudah tutup.</p>
<p>Sate Sampah ini sekarang lebih dikenal dengan Sate Lapangan Tenis. Di Jogja sini saya nyari sate seperti Sate Sampah ini belum ketemu.. Kangen Sate Sampah&#8230;</p>
<p>Jalan Pulau Lombok adalah ruas jalan antara Jalan Pulau Buton dengan Jalan Pulau Komodo, orang banyak menyangka bahwa Jalan Pulau Lombok itu adalah awal dari Jalan Pulau Komodo.</p>
<p>Jalan Pulau Timor adalah ruas jalan ke arah Utara menuju Kamar Mayat di perempatan Lapangan Tenis, Jalan Pulau Lombok, Jalan Pulau Serangan dan Jalan Pulau Komodo. Jalan Pulau Timor panjangnya hanya sekitar 100 meter.</p>
<p>Jalan Nusa Tenggara adalah kelanjutan dari Jalan Pulau Timor dimulai dari belok ke kiri sampai Kamar Mayat. Orang banyak mengatakan Jalan Pulau Timor dan Jalan Nusa Tenggara adalah jalan kamar mayat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/kangen-sate-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Bilang Sate Ayam di Jogja Lebih Murah dari Denpasar</title>
		<link>http://trimartono.com/siapa-bilang-sate-ayam-di-jogja-lebih-murah-dari-denpasar/</link>
		<comments>http://trimartono.com/siapa-bilang-sate-ayam-di-jogja-lebih-murah-dari-denpasar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 05:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Who Said That]]></category>
		<category><![CDATA[siapa bilang]]></category>
		<category><![CDATA[trimartono]]></category>
		<category><![CDATA[trimartono.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.com/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 3 bulan setelah kepindahan dari Bali ke Jogja, saya sudah mulai bisa membanding-bandingkan antara Bali dan Jogja. Salah satunya adalah kuliner Sate Ayam tjap kaki lima. Di beberapa tempat di seputaran Seturan &#8211; tempat penampungan saya sementara &#8211; harga sebungkus sate ayam lontong kaki lima bervariasi, di Babarsari Rp. 9.000,- di Seturan depan Superindo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir 3 bulan setelah kepindahan dari Bali ke Jogja, saya sudah mulai bisa membanding-bandingkan antara Bali dan Jogja. Salah satunya adalah kuliner Sate Ayam tjap kaki lima.</p>
<p>Di beberapa tempat di seputaran Seturan &#8211; tempat penampungan saya sementara &#8211; harga sebungkus sate ayam lontong kaki lima bervariasi, di Babarsari Rp. 9.000,- di Seturan depan Superindo Rp. 9.000,- di Seturan Timur UPN Rp. 8.000,- di Pasar Condong Catur Rp. 8.000,-</p>
<p>Sedangkan di Denpasar, di seputaran Sanglah, harga sebungkus sate ayam lontong rata-rata Rp. 6.000,- kecuali di Sesetan dekat Gang Berlian dihargai Rp. 7.000,-</p>
<p>Ada harga dan ada rupa juga berlaku, di Jogja setusuk sate ayam berisi <span id="more-713"></span>5 potong daging ayam, sedangkan di Denpasar setusuk berisi 4 potong. Tetapi besar potongan daging ayamnya masih lebih besar di Denpasar walau setiap tukang sate punya ukuran sendiri-sendiri, mungkin kalo dirata-ratakan volume dagingnya sama. Besar lontongnya juga lebih besar di Jogja, kira-kira lontong di Denpasar hanya tigaperempat lontong di Jogja.</p>
<p>Tatapi, menurut saya, lebih besar dan lebih mahal-nya sate ayam di Jogja menjadikan biaya makan lebih tinggi terutama bagi wanita yang lebih terbiasa makan lebih sedikit dari pria.</p>
<p>Sate ayam yang menurut saya cukup murah adalah Sate Ayam Bu Haji di Jalan Satelit Denpasar, dengan harga Rp. 6.000,- kita bisa dapat sate ayam dengan potongan (yang menurut saya) terbesar se-Denpasar, baik potongan daging, ati ataupun lemaknya dan juga lontongnya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/siapa-bilang-sate-ayam-di-jogja-lebih-murah-dari-denpasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warung Rakyat &#8211; Denpasar</title>
		<link>http://trimartono.com/warung-rakyat/</link>
		<comments>http://trimartono.com/warung-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 03:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Warung Rakyat Jl. Tukad Yeh Aya, Panjer &#8211; Denpasar cabang lainnya ada di Dalung dan Sidakarya Denpasar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-702" title="Warung Rakyat" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-001-300x225.jpg" alt="Warung Rakyat" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-706" title="tami capcay" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-007-225x300.jpg" alt="tami capcay" width="225" height="300" /><img class="alignleft size-medium wp-image-708" title="sup asparagus" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-006-225x300.jpg" alt="sup asparagus" width="225" height="300" /></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-710" title="daftar menu" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-003-225x300.jpg" alt="daftar menu" width="225" height="300" />Warung Rakyat<br />
Jl. Tukad Yeh Aya, Panjer &#8211; Denpasar</p>
<p>cabang lainnya ada di Dalung dan Sidakarya Denpasar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/warung-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nge-Sop Buntut di Ubung</title>
		<link>http://trimartono.com/nge-sop-buntut-di-ubung/</link>
		<comments>http://trimartono.com/nge-sop-buntut-di-ubung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 13:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Sop Buntut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.wordpress.com/2009/06/21/nge-sop-buntut-di-ubung/</guid>
		<description><![CDATA[Barusan pulang dari Rumah Tabanan -saya biasa nyebutnya gitu-.. sendirian lagi kayak kemaren.. Sepenjang perjalanan 25 km menuju Rumah Timur -tempat tinggal saya- mikir&#8230; &#8220;makan apa malem ini ya..&#8221; Flashback ke masa-masa sebelumnya biasa makan di mana aja di jalur ini.. Teringat sering beli Sop Kaki Kambing, Somay Bandung, Sate Ayam, Soto Ayam, Sop Buntut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-139" title="my culinair" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2008/12/trimartono21.jpg" alt="my culinair" width="57" height="76" />Barusan pulang dari Rumah Tabanan -saya biasa nyebutnya gitu-.. sendirian lagi kayak kemaren..</p>
<p>Sepenjang perjalanan 25 km menuju Rumah Timur -tempat tinggal saya- mikir&#8230; &#8220;makan apa malem ini ya..&#8221; Flashback ke masa-masa sebelumnya biasa makan di mana aja di jalur ini.. Teringat sering beli Sop Kaki Kambing, Somay Bandung, Sate Ayam, Soto Ayam, Sop Buntut, Nasi Padang, Bakso.. apa lagi ya..</p>
<p>Akhirnya yang saya pilih adalah Sop Buntut, karena sudah lama sekali enggak makan makanan ini. Dulu, jaman saya masih kuliah dan baru lulus, warung Sop Buntut ini terletak di depan STM Negeri, sekarang <a href="http://www.smkn1dps.sch.id/" target="_blank">SMK Negeri</a>, masih gabung dengan beberapa penjual lain seperti Soto, Es Campur/Es Buah, Ayam Goreng de es be. Sekarang warung itu bernama Warung Suroboyo, letaknya di <span id="more-535"></span>seberang jalan Terminal Bis Ubung, atau tepatnya di seberang pintu masuk terminal. Di jalan Cokroaminoto ada 2 penjual Sop Buntut yang saya tahu. Warung Suroboyo dan Warung Surabaya.. nah lo&#8230; cuma beda huruf vokalnya saja.. Warung Suroboyo yang saya sebutkan tadi dan Warung Surabaya yang letaknya di depan Lapangan Futsal (mbuh namanya lupa saya) Cokroaminoto di seberangnya Agung Automall.</p>
<p>Saya belum pernah nyoba yang di depan Lapangan Futsal, saya lebih memilih yang di depan Terminal Ubung, karena memang cocok di lidah saya. Seperti biasanya Sop Buntut, ya isinya juga begitu di mana-mana isinya &#8216;balung&#8217; buntut sapi, wortel, seledri, yang membedakan kan rasanya. Makan Sop Buntut panas-panas dengan nasi seporsi di tambah sepotong jeruk nipis dan sepiring kecil sambal. Nikmatnya&#8230; alamaaakk!!! (enggak mau ikut-ikutan <a href="http://www.jalansutra.or.id" target="_blank">Bondan Winarno</a> yang Mak Nyuss). Daging yang nempel di &#8216;balung&#8217; cukup empuk dan mudah dilepaskan dari &#8216;balung&#8217;-nya, lemaknya enggak terlalu kental jadi bibir enggak lengket kena lemak. Wortelnya enggak banyak dan empuk. Nasinyapun menurut ukuran saya cukup, enggak terlalu banyak enggak terlalu sedikit. Jadi enggak perlu nambah nasi lagi. Makan dibarengi dengan sambalnya njadiin badan seger.</p>
<p>Na, biasanya kalau saya makan makanan berlemak, biasanya minumnya Jeruk Panas ato Jeruk Hangat. Kenapa begitu? karena untuk menghilangkan lemak-lemak yang nempel di bibir dan mulut. Coba aja liat di dapur.. kalo nyuci piring kan pake sabun yang be&#8217;rasa&#8217; jeruk.. blom pernah saya liat sabun cuci rasa stroberi&#8230; hahahahaha..</p>
<p>Nasi Sop Buntut dan segelas Jeruk Panas tadi saya bayar Rp. 16.000,- harga yang wajar menurut saya.</p>
<p>Di Warung Suroboyo, selain Sop Buntut, menu lainnya Ayam Goreng Lalapan, Lele Goreng Lalapan, Tempe Penyet dan Nasi Goreng. Nasi Gorengnya juga tergolong enak rasanya ada rasa-rasa kayak restoran. Hanya dari dulu saya kalo makan di Warung Suroboyo ya tujuannya nyari Sop Buntut-nya.</p>
<p>Di Denpasar saya nyari Sop Buntut agak susah. Jadi kalo pengen Sop Buntut, ya Warung Suroboyo jawabannya&#8230;</p>
<p>Alamaaakkk&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/nge-sop-buntut-di-ubung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

