<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Trimartono Inc. &#187; Review</title>
	<atom:link href="http://trimartono.com/category/review/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trimartono.com</link>
	<description>trimartono in computer</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Nov 2010 02:01:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Citizen Twiterism</title>
		<link>http://trimartono.com/citizen-twiterism/</link>
		<comments>http://trimartono.com/citizen-twiterism/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 13:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Think]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Saya nggak tahu, pas apa enggak antara judul dan isi cerita ini. Yang jelas saya hanya pengen cerita tentang mengelola akun @JogjaUpdate di twitter. Akun @JogjaUpdate kalau nggak salah saya buat tanggal 31 Maret 2010 malem. Awalnya hanya sekedar iseng untuk mengumpulkan event-event yang akan berlangsung di Jogja. *jam 15.37 sik tak tinggal ke tegalrejo, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-780" title="trimartono clubbing" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2009/11/dua1-150x150.jpg" alt="trimartono clubbing" width="92" height="92" />Saya nggak tahu, pas apa enggak antara judul dan isi cerita ini. Yang jelas saya hanya pengen cerita tentang mengelola akun <a href="http://twitter.com/jogjaupdate" target="_blank">@JogjaUpdate</a> di twitter.</p>
<p>Akun @JogjaUpdate kalau nggak salah saya buat tanggal 31 Maret 2010 malem. Awalnya hanya sekedar iseng untuk mengumpulkan event-event yang akan berlangsung di Jogja.</p>
<p>*jam 15.37 sik tak tinggal ke tegalrejo, nengok rumah sik..</p>
<p>*jam 20.08 lanjutkan lagi..</p>
<p>Isinya adalah catatan event-event yang akan berlangsung di Jogja yang saya dapatkan dari spanduk-spanduk di jalan, brosur, dan hasil membaca koran. Selain itu &#8216;membajak&#8217; update-an dengan hashtag #Jogja tentunya dengan menyertakan <span id="more-1056"></span>sumber aslinya.</p>
<p>Hasil dari membajak tersebut, karena menjadi mention, akhirnya sumber informasi menjadi follower. Selama 2.5 bulan saya melakukan update secara manual sampai akhirnya menggunakan aplikasi <a href="http://tweetgroup.com/" target="_blank">TweetGroup</a> untuk membantu update dari follower langsung. Dengan <a href="http://tweetgroup.com/" target="_blank">TweetGroup</a> ternyata sirkulasi informasi menjadi lebih tinggi dan follower bertambah rata-rata sekitar 50 follower perhari.</p>
<p>Sejak menggunakan TweetGroup itulah @JogjaUpdate menjadi Citizen &#8216;Twitterism&#8217; untuk daerah Jogja, follower menjadi sumber berita. Dengan motto &#8216;Satu Timeline untuk Semua&#8217; @JogjaUpdate update dengan beberapa cara. Kekuatan #JogjaUpdate, #Jogja,<a href="http://twitter.com/jogjaupdate" target="_blank">@JogjaUpdate</a>, D JogjaUpdate (direct message JogjaUpdate), <a href="http://jogjaupdate.blogspot.com" target="_blank">JogjaUpdate.blogspot.com</a>, senggol.com.update@blogger.com membuat Citizen Twitterism berjalan..</p>
<p>Semakin banyak follower berarti semakin banyak pula permasalahan yang ada, follower yang protes karena informasi nggak bermutu, update timeline yang terlalu cepat, spam, iklan baris dan sebagainya yang tidak sesuai dengan tujuan dari @JogjaUpdate. Teguranpun dilayangkan ke follower, responnyapun bermacam-macam, ada yang balik marah langsung unfollow, ada yang berterimakasih dan ada juga yang cuek dengan mengulangi cara yang sama. Untuk spam dan kesalahan yang diulangi lagi, saya langsung unfollow tanpa pemberitahuan sebelumnya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/citizen-twiterism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gudeg Pawon Buka 1 Jam Saja</title>
		<link>http://trimartono.com/gudeg-pawon-buka-1-jam-saja/</link>
		<comments>http://trimartono.com/gudeg-pawon-buka-1-jam-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 13:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg pawon]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.com/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu venue tengah malam di Jogja adalah Gudeg Pawon . Pawon atau dapur dalam bahasa Jawa menjadikan gudeg yang cukup khas rasanya ini dinamakan Gudeg Pawon. Terletak kira-kira 200 meter dari Jl. Kusumanegara. Untuk mempermudah mencari &#8216;gang&#8217; Jl. Dr. Supomo ini, jika dari Jl. Malioboro, sampai di traffic light depan Bank Indonesia/Benteng Vredeburg kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1008" title="Gudeg Pawon" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/08/pawon-001-edit.jpg" alt="Gudeg Pawon" width="255" height="191" /><img class="alignleft size-full wp-image-1009" title="Gudeg Pawon Antre" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/08/pawon-002-edit.jpg" alt="Gudeg Pawon Antre" width="257" height="193" />Salah satu venue tengah malam di Jogja adalah <a title="Gudeg Pawon on Foursquare" href="http://foursquare.com/venue/4108529" target="_blank">Gudeg Pawon</a> . Pawon atau dapur dalam bahasa Jawa menjadikan gudeg yang cukup khas rasanya ini dinamakan Gudeg Pawon.</p>
<p>Terletak kira-kira 200 meter dari Jl. Kusumanegara. Untuk mempermudah mencari &#8216;gang&#8217; Jl. Dr. Supomo ini, jika dari Jl. Malioboro, sampai di traffic light depan Bank Indonesia/Benteng Vredeburg kita ke kiri (ke Timur) dan terus lurus melalui Jl. Senopati, Jl. Sultan Agung, dan Jl Kusumanegara. Lokasinya adalah satu jalan atau satu blok setelah traffic light Jl Glagahsari ke arah kanan. Jika dari arah Ambarukmo Plaza ke arah kota, sesampai di traffic depan UIN Sunan Kalijaga atau Museum Affandi, kita belok kiri (ke Selatan) masuk Jl. Timoho. Ikuti Jl. Timoho tersebut sampai habis, belok kanan. Hati-hati, setelah belok kanan tersebut &#8216;gang&#8217; Jl. Dr. Supomo adalah jalan kecil pertama ke kiri. Jika sampai traffic light, berarti sudah terlewat.<span id="more-1007"></span></p>
<p>Jangan khawatir, kita tidak akan salah menemukan lokasi karena merupakan  tempat yang paling ramai parkir dan ada tukang parkir yang mengarahkan. Gudeg Pawon tidak terletak pas di pinggir jalan Dr. Supomo, kita diajak seolah-olah masuk ke gang kecil menuju rumah petak di dalam. Masuk rumah Jawa berbahan kayu, begitu melewati pintu sudah terasa kehangatan pawon. Ya, karena rumah Jawa itulah yang menjadi dapurnya. Di sebelah kiri terlihat tungku dengan panci-panci gudeg, di sebelah kanan terdapat amben dan kursi kayu untuk duduk menunggu atau bisa juga makan di situ. Sedangkan di luar di halaman tersedia 3 set meja dengan kursi plastik dan digelar tikar.</p>
<p>Jika mujur, kita tidak akan mengantri, tetapi terlambat sedikit bisa jadi kita akan mengantri dari depan pintu pawon tersebut. Setiba giliran, kita akan diberi sepiring nasi dan diminta memilih lauknya. Tinggal bilang pupu (paha ceker), mentok (dada sayap), telur atau krecek (kerupuk kulit/rambak) sesuai permintaan. Setelah itu kita bebas memilih duduk di dalam pawon atau duduk di halaman.</p>
<p>Gudeg Pawon adalah gudeg basah atau berkuah, tidak seperti gudeg kering Gudeg Yu Djum. Rasa dan hangatnya kuah serta rasa gudeg dan dagingnya yang empuk menjadikan nikmat dimakan di malam hari. Rasa khas dan suasana yang khas tersebut yang membuat banyak orang datang dan datang kembali.</p>
<p>Gudeg Pawon bukan hanya menjadi venue makanan lokal, tetapi sudah menjadi salah satu tujuan wisata kuliner malam hari. Artis-artis yang hampir setiap akhir minggu pentas di Jogja sering pula menyempatkan diri mampir untuk menikmati.</p>
<p>Tetapi ingat! Gudeg Pawon hanya buka 1 jam saja, terlambat ora komanan (terlambat tidak kebagian). Buka jam 23.00 dan sudah habis jam 24.00. Datang sebaiknya sekitar jam 23.00, lebih dari 23.15 bisa dipastikan sudah mulai mengantri..</p>
<p>Untuk harganya? Maaf, saya ke Gudeg Pawon belum pernah bayar sendiri&#8230; <img src='http://trimartono.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/gudeg-pawon-buka-1-jam-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monitor PC 32 Inch</title>
		<link>http://trimartono.com/monitor-pc-32-inch/</link>
		<comments>http://trimartono.com/monitor-pc-32-inch/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 17:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoArt]]></category>
		<category><![CDATA[Think]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saga.trimartono.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu ke rumah adik di Seturan sambil ngembaliin monitor LCD 17&#8243; yang saya pinjam. Setelah itu ngobrol kesana kemari, dan akhirnya kembali menyinggung masalah monitor. Ditunjukkanlah sama adik, bahwa dia punya TV LCD baru 32&#8243; yang bisa dijadikan monitor PC. Di belakang TV yang bermerk LG tersebut disediakan beberapa colokan, antara lain (yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://saga.trimartono.com/wp-content/uploads/2009/11/trimartono8.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-24" title="trimartono8" src="http://saga.trimartono.com/wp-content/uploads/2009/11/trimartono8-150x144.jpg" alt="" width="150" height="144" /></a>Minggu lalu ke rumah adik di Seturan sambil ngembaliin monitor LCD 17&#8243; yang saya pinjam. Setelah itu ngobrol kesana kemari, dan akhirnya kembali menyinggung masalah monitor.</p>
<p>Ditunjukkanlah sama adik, bahwa dia punya TV LCD baru 32&#8243; yang bisa dijadikan monitor PC.<br />
Di belakang TV yang bermerk LG tersebut disediakan beberapa colokan, antara lain (yang saya inget) 2 port HDMI, 1 port Monitor PC laki, 1 port Monitor PC perempuan, 1 port USB, 1 port antenna biasa dan kalau nggak salah ada 5 atau 7 colokan untuk Audio Video.<br />
Untuk di depan, nggak keliatan banyak tombol, seperti LCD TV lainnyalah..<br />
Adik mengoperasikannya semua dari remote yang dipegangnya. Mode layar bisa diubah ukurannya 6:9, 9:16 atau lainnya, kayaknya lengkap perbandingan layarnya. Layar bisa di zoom in dan zoom out, jadi kita bisa mendekatkan gambar sampai sekiankali dan menjauhkan gambar sampai lebih kecil dari ukuran layar. Sisanya secara umum samalah dengan cara mengoperasikan TV model sekarang.</p>
<p>Dari segi harga, saya ditawari oleh adik, kalau mau ngambil bisa dengan harga <span id="more-949"></span>3.6 juta dan bisa dicicil tanpa bunga sampai 18 bulan. Bayangin layar monitor pc sebenarnya untuk harga 3.6 juta hanya dapet 21-22 inch. Wah, ini jadi tawaran menggiurkan.. <img src='http://trimartono.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk jarak pandang ke TV sebagai monitor pc enak di posisi sekitar 1 &#8211; 1.5 meter dari mata, tetapi kalau untuk penggunaan TV lebih enak di jarak pandang sekitar 3 meter. Dengan berat dan ukuran layar sedemikian besar, diperlukan meja yang lebih besar dan lebih kuat.</p>
<p>Saya masih membayangkan kalau menggunakan monitor seperti itu dalam jangka panjang (terus-terusan) apa kira-kira nyaman di mata? Secara di pekerjaan saya, dengan monitor ukuran 32&#8243; di multimedia &amp; grafis sangat mendukung..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/monitor-pc-32-inch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warung Rakyat &#8211; Denpasar</title>
		<link>http://trimartono.com/warung-rakyat/</link>
		<comments>http://trimartono.com/warung-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 03:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Warung Rakyat Jl. Tukad Yeh Aya, Panjer &#8211; Denpasar cabang lainnya ada di Dalung dan Sidakarya Denpasar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-702" title="Warung Rakyat" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-001-300x225.jpg" alt="Warung Rakyat" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-706" title="tami capcay" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-007-225x300.jpg" alt="tami capcay" width="225" height="300" /><img class="alignleft size-medium wp-image-708" title="sup asparagus" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-006-225x300.jpg" alt="sup asparagus" width="225" height="300" /></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-710" title="daftar menu" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2010/02/new-003-225x300.jpg" alt="daftar menu" width="225" height="300" />Warung Rakyat<br />
Jl. Tukad Yeh Aya, Panjer &#8211; Denpasar</p>
<p>cabang lainnya ada di Dalung dan Sidakarya Denpasar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/warung-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review AXIOO PICO DJJ615</title>
		<link>http://trimartono.com/review-axioo-pico-djj615/</link>
		<comments>http://trimartono.com/review-axioo-pico-djj615/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 16:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoArt]]></category>
		<category><![CDATA[Think]]></category>
		<category><![CDATA[axioo]]></category>
		<category><![CDATA[axioo pico]]></category>
		<category><![CDATA[djj615]]></category>
		<category><![CDATA[netbook]]></category>
		<category><![CDATA[pico]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://juragane.senggol.com/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[Review AXIOO PICO DJJ615 Beberapa kali saya merasakan memiliki laptop, diantaranya Toshiba Tecra series, Compaq, Toshiba A135 dan terakhir ini saya membeli Axioo Pico DJJ615 berwarna putih. Pertimbangan mengapa saya membeli netbook, sedangkan di rumah dan di tempat kerja sudah ada PC Desktop dan ada laptop Toshiba A135, Pico ini saya beli dengan maksud untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Review AXIOO PICO DJJ615</strong></p>
<p>Beberapa kali saya merasakan memiliki laptop, diantaranya Toshiba Tecra series, Compaq, Toshiba A135 dan terakhir ini saya membeli Axioo Pico DJJ615 berwarna putih.</p>
<p>Pertimbangan mengapa saya membeli netbook, sedangkan di rumah dan di tempat kerja sudah ada PC Desktop dan ada laptop Toshiba A135, Pico ini saya beli dengan maksud untuk mempermudah mobilitas dan berinternet, karena saya mencanangkan tahun ini adalah tahun internet bagi saya.</p>
<p>Sengaja saya tidak membeli netbook dengan teknologi terakhir yang sudah menggunakan prosesor Atom N280, baterai 6 sel dan sudah tertanam modem HSDPA, karena memang saya tidak membutuhkan computer yang berkinerja tinggi.</p>
<p><strong>Paket</strong></p>
<p>Spesifikasi yang saya dapatkan hampir sama dengan netbook-netbook lainnya yang sekelas, yaitu : Processor Intel Atom N270, Hardisk 250 Gb, RAM 1 Gb, WebCam, 3 port USB, 1 port modem, 1 port LAN, port untuk presentasi menggunakan proyektor dan sudah termasuk Windows XP Home SP3.</p>
<p>Dalam paket pembelian saya dapatkan 1 unit PC, 1 set kabel charger berwarna putih, 1 CD driver, kabel telepon, buku garansi, buku manual, tas Axioo dan flashdik Visipro.</p>
<p><strong>Kelebihan</strong></p>
<p>Kelebihan Pico yang saya gunakan sebagai dasar untuk membeli adalah</p>
<ol>
<li>Tergolong berharga lebih terjangkau. Dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari pesaingnya, Axioo ini berharga cukup murah.</li>
<li>Kapasitas hardisk yang 250 Gb lebih tinggi dari merk lain yang rata-rata maksimum 160 Gb.</li>
<li>Ringkas dan pusat layanan servis berada di dekat rumah</li>
</ol>
<p>Pico Putih ini saya dapatkan dengan harga kurang dari 4 juta rupiah dengan bonus flashdisk Visipro kapasitas 4 Gb, sementara untuk merk lainnya berharga lebih mahal sekitar 700 ribu sampai 2,5 juta. Berharga lebih terjangkau mungkin karena Axioo adalah produk local. Inipun saya agak sedikit keki, karena seminggu setelah saya membeli, harga Pico di bhinneka.com sudah tinggal 3,39 juta walaupun harga di Denpasar belum turun sampai segitu.</p>
<p>Kemampuan secara umum saya pikir standar, sama dengan netbook-netbook lainnya dengan spesifikasi yang sama. Yang jelas saya sudah mencoba menggunaka CorelDRAW X3 dan Photoshop CS 8.0 dengan penggunaan standar, processor Atom dapat mengimbanginya.</p>
<p><strong>Kekurangan</strong></p>
<p>Kekurangan yang saya dapatkan setelah menggunakan AXIOO DJJ615 ini antara lain :</p>
<ol>
<li>Tombol klik pada touchpad yang tidak nyaman.</li>
<li>Kompabilitas WiFi untuk menangkap sinyal hotspot yang lebih rendah</li>
</ol>
<p>Tombol klik pada touchpad yang lebih keras, sehingga menyebabkan jari manis tangan kanan saya nyeri setelah beberapa lama saya gunakan. Hal ini tidak terjadi pada saat saya menggunakan beberapa laptop berlayar lebih lebar milik saya sebelumnya yang saya gunakan sehari-hari. Saya biasa jika menggunakan laptop tidak menggunakan mouse dan menggunakan touchpad dengan satu tangan saja, kecuali kalau memang terpaksa menggunakan mouse atau terpaksa menggunakan dua tangan.</p>
<p>Untuk mengaktifkan WiFi, saya harus menekan tombol Fn+F3. Receiver WiFi untuk menangkap sinyal hotspot yang lebih rendah daripada laptop-laptop saya sebelumnya. Ini saya bandingkan dengan Toshiba A135 saya, di Toshiba A135 sinyal hotspot milik RS Prima Medika yang berada di belakang rumah dapat terdeteksi, sedangan di Pico tidak.</p>
<p>Selain itu, fasilitas WiFi dengan software Ralink bawaan Pico juga kurang kompatibel dengan peralatan akses poin atau router. Pico ini tidak dapat mendeteksi akses poin Allied Telesyn APR16 yang saya pasang di ruang kerja saya.</p>
<p>Dengan router TP-Link TL-WR542 yang saya pasang di Toshiba A135, Pico tidak bisa langsung terkoneksi, setelah beberapa kali mencoba akhirnya bisa terkoneksi dengan sempurna dalam WLAN dan bisa saling bertukar data dan akses internet. Beberapa hari kemudian saya mencoba dengan cara yang sama dan setingan yang tidak berubah, tidak berhasil.</p>
<p>Hal ini juga terjadi saat saya berkunjung ke Bali Orange Communication (BOC), pada kunjungan pertama Pico dapat terkoneksi dengan baik dan profil WiFi BOC ini saya simpan. Pada kunjungan kedua, WiFi tidak bisa mendeteksi tetapi setelah di restart baru bisa terkoneksi tetapi dengan membuat profil baru.</p>
<p>Untuk mengimbangi kekurangan dari Axioo Pico ini, saya akhirnya selalu membawa LinkSys WUSB54G yang lebih kompatibel.</p>
<p>Kemudian yang bagi saya rada aneh adalah tombol untuk menambah dan mengurangi. Secara umum tombol untuk menambah (+) berada di sebelah kanan, dan tombol mengurangi (-) berada di sebelah kiri. Di Pico ini saya menemukan tombol menambah volume (Fn+F5) dan menambah brightness (Fn+F7) ada di sebelah kirinya yaitu tombol Fn+F6 dan tombol Fn+F8, sehingga saya sering melakukan kesalahan.</p>
<p>Tombol lainnya yang membuat saya kagok adalah tombol titik dua (:)  yang berada di sebelah kiri huruf Z dan tombol tanda tambah (+) yang berada di bawah tombol backspace. Tombol lainnya masih bisa dimaklumi karena memang Pico ini adalah Ultra Mini Personal Computer (UMPC).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Secara umum Axioo Pico DJJ615 ini cukup layak pakai.</p>
<p>Kekurangan yang paling terasa saya alami adalah tidak kompatibelnya WiFi dengan semua merk produk yang menurut saya “hare gene kok masih ada fasilitas umum yang nggak bisa diakses dengan mudah.”</p>
<p>Kekurangan lainnya adalah nyerinya jari saya karena tombol touchpad yang kurang nyaman.</p>
<p>Anjuran saya, sebelum membeli kalau bisa cobalah seluruh fasilitas yang ada, terutama fasilitas yang jelas-jelas dibutuhkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/review-axioo-pico-djj615/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nge-Sop Buntut di Ubung</title>
		<link>http://trimartono.com/nge-sop-buntut-di-ubung/</link>
		<comments>http://trimartono.com/nge-sop-buntut-di-ubung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 13:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Sop Buntut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trimartono.wordpress.com/2009/06/21/nge-sop-buntut-di-ubung/</guid>
		<description><![CDATA[Barusan pulang dari Rumah Tabanan -saya biasa nyebutnya gitu-.. sendirian lagi kayak kemaren.. Sepenjang perjalanan 25 km menuju Rumah Timur -tempat tinggal saya- mikir&#8230; &#8220;makan apa malem ini ya..&#8221; Flashback ke masa-masa sebelumnya biasa makan di mana aja di jalur ini.. Teringat sering beli Sop Kaki Kambing, Somay Bandung, Sate Ayam, Soto Ayam, Sop Buntut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-139" title="my culinair" src="http://trimartono.com/wp-content/uploads/2008/12/trimartono21.jpg" alt="my culinair" width="57" height="76" />Barusan pulang dari Rumah Tabanan -saya biasa nyebutnya gitu-.. sendirian lagi kayak kemaren..</p>
<p>Sepenjang perjalanan 25 km menuju Rumah Timur -tempat tinggal saya- mikir&#8230; &#8220;makan apa malem ini ya..&#8221; Flashback ke masa-masa sebelumnya biasa makan di mana aja di jalur ini.. Teringat sering beli Sop Kaki Kambing, Somay Bandung, Sate Ayam, Soto Ayam, Sop Buntut, Nasi Padang, Bakso.. apa lagi ya..</p>
<p>Akhirnya yang saya pilih adalah Sop Buntut, karena sudah lama sekali enggak makan makanan ini. Dulu, jaman saya masih kuliah dan baru lulus, warung Sop Buntut ini terletak di depan STM Negeri, sekarang <a href="http://www.smkn1dps.sch.id/" target="_blank">SMK Negeri</a>, masih gabung dengan beberapa penjual lain seperti Soto, Es Campur/Es Buah, Ayam Goreng de es be. Sekarang warung itu bernama Warung Suroboyo, letaknya di <span id="more-535"></span>seberang jalan Terminal Bis Ubung, atau tepatnya di seberang pintu masuk terminal. Di jalan Cokroaminoto ada 2 penjual Sop Buntut yang saya tahu. Warung Suroboyo dan Warung Surabaya.. nah lo&#8230; cuma beda huruf vokalnya saja.. Warung Suroboyo yang saya sebutkan tadi dan Warung Surabaya yang letaknya di depan Lapangan Futsal (mbuh namanya lupa saya) Cokroaminoto di seberangnya Agung Automall.</p>
<p>Saya belum pernah nyoba yang di depan Lapangan Futsal, saya lebih memilih yang di depan Terminal Ubung, karena memang cocok di lidah saya. Seperti biasanya Sop Buntut, ya isinya juga begitu di mana-mana isinya &#8216;balung&#8217; buntut sapi, wortel, seledri, yang membedakan kan rasanya. Makan Sop Buntut panas-panas dengan nasi seporsi di tambah sepotong jeruk nipis dan sepiring kecil sambal. Nikmatnya&#8230; alamaaakk!!! (enggak mau ikut-ikutan <a href="http://www.jalansutra.or.id" target="_blank">Bondan Winarno</a> yang Mak Nyuss). Daging yang nempel di &#8216;balung&#8217; cukup empuk dan mudah dilepaskan dari &#8216;balung&#8217;-nya, lemaknya enggak terlalu kental jadi bibir enggak lengket kena lemak. Wortelnya enggak banyak dan empuk. Nasinyapun menurut ukuran saya cukup, enggak terlalu banyak enggak terlalu sedikit. Jadi enggak perlu nambah nasi lagi. Makan dibarengi dengan sambalnya njadiin badan seger.</p>
<p>Na, biasanya kalau saya makan makanan berlemak, biasanya minumnya Jeruk Panas ato Jeruk Hangat. Kenapa begitu? karena untuk menghilangkan lemak-lemak yang nempel di bibir dan mulut. Coba aja liat di dapur.. kalo nyuci piring kan pake sabun yang be&#8217;rasa&#8217; jeruk.. blom pernah saya liat sabun cuci rasa stroberi&#8230; hahahahaha..</p>
<p>Nasi Sop Buntut dan segelas Jeruk Panas tadi saya bayar Rp. 16.000,- harga yang wajar menurut saya.</p>
<p>Di Warung Suroboyo, selain Sop Buntut, menu lainnya Ayam Goreng Lalapan, Lele Goreng Lalapan, Tempe Penyet dan Nasi Goreng. Nasi Gorengnya juga tergolong enak rasanya ada rasa-rasa kayak restoran. Hanya dari dulu saya kalo makan di Warung Suroboyo ya tujuannya nyari Sop Buntut-nya.</p>
<p>Di Denpasar saya nyari Sop Buntut agak susah. Jadi kalo pengen Sop Buntut, ya Warung Suroboyo jawabannya&#8230;</p>
<p>Alamaaakkk&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/nge-sop-buntut-di-ubung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NComputing, Satu Komputer &#8216;Disulap&#8217; Jadi 30</title>
		<link>http://trimartono.com/ncomputing-satu-komputer-disulap-jadi-30/</link>
		<comments>http://trimartono.com/ncomputing-satu-komputer-disulap-jadi-30/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 09:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[CoPas]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoArt]]></category>
		<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[IT News]]></category>
		<category><![CDATA[NComputing]]></category>
		<category><![CDATA[News & Events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictindonesia.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Wicaksono Hidayat &#8211; detikinet L230 dan skema pemakaian (NComputing) Jakarta &#8211; NComputing L230 mampu &#8216;menyulap&#8217; satu buah komputer menjadi hingga 30 unit. Konsumsi listrik makin hemat, manajemennya pun sederhana. Ncomputing adalah perangkat access terminal, yaitu sebuah perangkat yang tidak membutuhkan CPU, hard-drive, atau CD-ROM namun tetap dapat dipergunakan sama seperti PC biasa. Perangkat ini dihubungkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="reporter"><strong>Wicaksono Hidayat</strong> &#8211; detikinet<br />
</span><br />
<img src="http://www.detikinet.com/images/content/2008/03/31/406/ncomputingskema.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="0" width="256" height="210" /></p>
<div class="ilustrasi">
<div id="gambar"><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">L230 dan skema pemakaian (NComputing)</span></div>
</div>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; NComputing L230 mampu &#8216;menyulap&#8217; satu buah komputer menjadi hingga 30 unit. Konsumsi listrik makin hemat, manajemennya pun sederhana.</p>
<p>Ncomputing adalah perangkat access terminal, yaitu sebuah perangkat yang tidak membutuhkan CPU, hard-drive, atau CD-ROM namun tetap dapat dipergunakan sama seperti PC biasa. Perangkat ini dihubungkan dengan sebuah komputer utama melalui infrastruktur jaringan ethernet.</p>
<p>L230 memungkinkan pengguna di lingkungan perkantoran,<span id="more-243"></span> usaha kecil dan menengah atau rumahan untuk memperbanyak komputer yang bisa digunakan tanpa membeli komputer tambahan. Perangkat yang dibutuhkan hanya sebuah monitor dan alat input seperti keyboard dan mouse.</p>
<p>Seperti dikutip detikINET dari keterangan yang diterima Senin (31/3/2008), setiap unit NComputing L230 disebut hanya menggunakan daya sebesar 5 watt saat digunakan. Ini jauh lebih hemat dibandingkan PC biasa yang menghabiskan kurang lebih 115 watt per unit.</p>
<p>Dengan Ncomputing exclusive UTMA (Ultra Thin Multi-Access) teknologi, Ncomputing dapat meng-ekspansi PC sampai dengan 30 unit jika menjalankan Windows Server 2003 atau 2000 Server. Bahkan, pada sistem operasi Linux tertentu, jumlah terminalnya menjadi tidak terbatas.</p>
<p>L230 menyediakan dukungan monitor layar lebar (1140 x 900) dan grafis 24 bit. Juga tersedia port untuk mikrofon, speaker serta dukungan untuk USB memory device.</p>
<p>Perangkat ini disebut sederhana dalam hal pengelolaannya karena tak menggunakan banyak komponen dan cukup dipasangkan pada infrastruktur jaringan lokal yang sudah ada. Di Indonesia NComputing bisa didapatkan melalui PT IndoAsiaTeknologi.<br />
<strong> (	wsh	/	wsh	)</strong></p>
<pre><em>http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/31/time/135223/idnews/915930/idkanal/406</em></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/ncomputing-satu-komputer-disulap-jadi-30/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Router Wireless Khusus Rumahan di Indonesia</title>
		<link>http://trimartono.com/router-wireless-khusus-rumahan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://trimartono.com/router-wireless-khusus-rumahan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 22:18:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3tm</dc:creator>
				<category><![CDATA[CoPas]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[News & Events]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[TeknoArt]]></category>
		<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[IT News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictindonesia.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Wicaksono Hidayat &#8211; detikinet Linksys WRH54G (linksys) Jakarta &#8211; Linksys, penyedia produk dan perangkat jaringan untuk rumahan dan bisnis kecil, telah mengumumkan keberadaan Wireless-G Home Router (WRH54G). Uniknya, ini diklaim sebagai wireless broadband router pertama yang khusus dirancang untuk pengguna rumahan di Indonesia. WRH54G disebut memiliki fungsi lengkap router dengan harga yang terjangkau untuk pengguna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="reporter"> <strong>Wicaksono Hidayat</strong> &#8211; detikinet </span></p>
<div class="ilustrasi">
<div id="gambar"><img src="http://www.detikinet.com/images/content/2008/03/28/406/linksyswrh54g.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="0" /><br />
<span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;">Linksys WRH54G (linksys)</span></div>
</div>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Linksys, penyedia produk dan perangkat jaringan untuk rumahan dan bisnis kecil, telah mengumumkan keberadaan Wireless-G Home Router (WRH54G). Uniknya, ini diklaim sebagai <em>wireless broadband router</em> pertama yang khusus dirancang untuk pengguna rumahan di Indonesia.</p>
<p>WRH54G disebut memiliki fungsi lengkap <em>router</em> dengan harga yang terjangkau untuk pengguna lokal di Indonesia. WRH54G hadir dengan desain berwarna hitam yang disertai <em>dual-antenna </em>cerdas guna mendukung kinerja <em>wireless </em>yang lebih baik.<span id="more-152"></span></p>
<p>Dengan kecepatan transmisi yang mencapai 54Mbps dan fungsi-fungsi mendasar lainnya, WRH54G menawarkan fitur-fitur terkostumisasi yang membuktikan labelnya sebagai Wireless-G broadband Router yang &#8216;khusus dibuat untuk Indonesia&#8217; (Made for Indonesia).</p>
<p>Fitur-fitur dalam perangkat ini, antara lain adalah Friendly Controls of Internet Access. Yaitu, dukungan kemampuan pengendalian akses sesuai kebutuhan (On-Demand) maupun berbasis waktu (Time-based). Fitur lainnya adalah Flexible Wireless Radio Control dengan on/off Control Scheduler.</p>
<p>WRH54G, seperti dikutip dalam keterangan yang diterima <strong>detikINET</strong>, Jumat (28/3/2008), mampu berfungsi sebagai Wireless Access Point Wireless-G (802.11g) dan Wireless-B (802.11b). Perangkat ini memiliki 4-port full duplex 10/100 Ethernet switch.</p>
<p>Produk ini menggunakan enkripsi 128-bit guna melindungi data dan privasi pengguna. Pengguna juga dimudahkan dalam mengaktifkan fitur keamanan melalui Linksys Web Based utility (utiliti konfigurasi berbasis browser).</p>
<p>Linksys Wireless-G Home Router (WRH54G) kini tersedia melalui distributor lokal dan VAR (Value-Added resellers) dengan kisaran harga ritel resmi sebesar Rp 425.000. <strong> (	wsh	/	wsh	)</strong></p>
<pre><em>http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/28/time/135305/idnews/914917/idkanal/406</em></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trimartono.com/router-wireless-khusus-rumahan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

